ANALISIS MAQASHID SYARIAH TERHADAP PENDISTRIBUSIAN ZAKAT FITRAH PASCA COVID-19 DI DESA PIDOLI LOMBANG PANYABUNGAN
Kata Kunci:
Pandemi covid-19, Zakat, Maqashid Syariah, Distribusi.Abstrak
Pandemi Covid‑19 (2020–2022) membawa dampak sosial dan ekonomi yang luas: dari kebijakan PSBB hingga peningkatan PHK, pengangguran, dan kemiskinan. Hal ini menyebabkan peningkatan jumlah mustahik. Studi di Desa Pidoli Lombang, Panyabungan, menunjukkan adanya interpretasi lokal terhadap maqashid syariah dalam distribusi zakat fitrah pasca‑Covid. Data pasca-pandemi menunjukkan peningkatan signifikan jumlah mustahik di desa tersebut. Hal ini didorong oleh beberapa faktor, antara lain: hilangnya pekerjaan karena bangkrut saat COVID‑19; rendahnya pengembangan keterampilan selama isolasi sehingga sulit bersaing; hilangnya modal usaha pedagang kecil; kesulitan adaptasi dengan ekonomi digital; penurunan semangat kerja akibat ketergantungan pada bantuan; serta penghentian sebagian program bantuan sosial pasca pandemi. Pendistribusian zakat fitrah yang terjadi di Desa Pidoli Lombang pasca pandemi Covid-19 masih berpaku pada mustahik lama dan penyalurannya belum sepenuhnya mencerminkan prinsip-prinsip Maqashid Syariah secara menyeluruh. Hal ini ditunjukkan oleh belum terpenuhinya lima unsur pokok dalam maqashid, yaitu perlindungan terhadap akal, harta, jiwa, keturunan, dan agama.

